Featured

Audit Atas Siklus Penjualan Kredit dan Penagihan Piutang

Assalamualaikum Wr Wb, pada kesempatan kali ini kita akan belajar tentang Bagaimana Audit atas siklus penjualan kredit dan Penagihan piutang.

Informasi penting mengenai sikus penjualan dan penagihan piutang usaha yaitu masalah pengendalian internal dan prosedur audit untuk pengujian ketaatan dan kewajaran. Yang nantinya kedua hal tersebut bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah.

Tujuan Pemerikasaan Audit piutang  sebagai berikut :


1. Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian internal (Internal Control) yang baik atas pitang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas
2.  Untuk memeriksa validity (keabsahan) dan Authenticity (keontetikan) daripada piutang
3. Untuk memeriksa collectibility (Kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup tidaknya perkiraan allowance for bad debts (penyisihan piutang tak tertagih.
4.  Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingente lebility) yang timbul karena pendiskontoan wesel tagih (notes recivable).
5. Untuk memeriksa apakah penyajian piutang di neraca sesuai dengan standar akuntansi yag berlaku umum di indonesia atau standar akuntansi keuangan atau SAK ETAP.

Tujuan Audit Penjulan Untuk Meyakinkan Bahwa :
1.      Hasil Penjulan yang tercatat merupakan milik perusahaan
2.      Semua hasil penjualan tetah dicatat dengan akurat, lengkap, dan tepat dalam pisah batas (accuracy, completeness and cut off)
3.      Hasil penjulan telah di klasifikasikan dengan akun yang tepat dan pendapatan diluar usaha dicantumkan secara terpisah sebagai pendapatan lain-lain pada laporan laba rugi (clasification).
4.      Metode pengakuan penjulan harus sesuai dengan sifat kegiatan perusahaan tersebut dengan prinsip akuntansi yang tepat (accuracy).
5.      Hal hal yang perlu diungkapkan harus di jelaskan dalam laporan keuangan disertai dengan catatan yang memadai (Presentation and disclosure).
Keseluruhan dari audit siklus penjualan dan penagihan adalah mengevaluasi apakah saldo akun yang dipengaruhi oleh siklus tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi yang diterima umum.
A.    AKUN DAN KELAS TRANSAKSI DALAM SIKLUS PENJUALAN SERTA PENAGIHAN                            
Tujuan Pemerikasaan Audit piutang  sebagai berikut :
  1.  Untuk mengetahui apakah terdapat pengendalian internal (Internal Control) yang baik atas pitang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan kas
  2. Untuk memeriksa validity (keabsahan) dan Authenticity (keontetikan) daripada piutang
  3. Untuk memeriksa collectibility (Kemungkinan tertagihnya) piutang dan cukup tidaknya perkiraan allowance for bad debts (penyisihan piutang tak tertagih.
  4. Untuk mengetahui apakah ada kewajiban bersyarat (contingente lebility) yang timbul karena pendiskontoan wesel tagih (notes recivable).
  5. Untuk memeriksa apakah penyajian piutang di neraca sesuai dengan standar akuntansi yag berlaku umum di indonesia atau standar akuntansi keuangan atau SAK ETAP.

Tujuan Audit Penjulan Untuk Meyakinkan Bahwa :
  1. Hasil Penjulan yang tercatat merupakan milik perusahaan
  2. Semua hasil penjualan tetah dicatat dengan akurat, lengkap, dan tepat dalam pisah batas (accuracy, completeness and cut off)
  3. Hasil penjulan telah di klasifikasikan dengan akun yang tepat dan pendapatan diluar usaha dicantumkan secara terpisah sebagai pendapatan lain-lain pada laporan laba rugi (clasification).
  4. Metode pengakuan penjulan harus sesuai dengan sifat kegiatan perusahaan tersebut dengan prinsip akuntansi yang tepat (accuracy).
  5. Hal hal yang perlu diungkapkan harus di jelaskan dalam laporan keuangan disertai dengan catatan yang memadai (Presentation and disclosure).

Keseluruhan dari audit siklus penjualan dan penagihan adalah mengevaluasi apakah saldo akun yang dipengaruhi oleh siklus tersebut telah disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip – prinsip akuntansi yang diterima umum.

     B.     FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS DAN DOKUMEN SERTA CATATAN TERKAIT
Siklus Penjualan dan Penagihan melibatkan keputusan serta proses yang diperlukan untuk mengalihkan kepemilikan barang dan jasa kepada pelanggan setelah keduanya tersedia untuk dijual. Hal ini diawali dengan permintaan oleh seorang pelanggan dan diakhiri dengan konversi bahan atau jasa menjadi piutang usaha yang akhirnya menjadi kas.
Kelas Transaksi, Akun, Fungsi Bisnis, dan Dokumen serta Catatan terkait untuk Siklus Penjualan dan Penagihan.
Kelas Transaksi
Akun
Fungsi Bisnis
Dokumen Dan Catatan
Penjualan
Penjualan piutang usaha
Pemroses pesanan pelanggan
Pemberian kredit
Pengiriman barang
Penagihan pelanggan dan pencatatan penjualan
Pesanan pelanggan
Pesanan penjualan
Pesanan pelanggan atau pesanan penjualan
Dokumen pengiriman
Faktur penjualan
File transaksi penjualan
Jurnal penjualan atau listing
File induk piutang usaha
Neraca saldo piutang usaha
Laporan bulanan
Penerimaan Kas
Kas di bank ( debet dari penerimaan kas ) piutang usaha
Pemroses dan pencatatan penerimaan kas
Remittance advice
Prelisting penerimaan kas
File transaksi penerimaan kas
Jurnal penerimaan kas atau listing
Retur Dan Pengurangan Penjualan
Retur dan pengurangan penjualan
Pitang usaha
Pemroses dan pencatatan retur dan pengurangan penjualan
Memo kredit
Jurnal retur dan pengurangan penjualan
Penghapusan Piutang tak Tertagih
Piutang Usaha
Penyisihan untuk piutang tak tertagih
Penghapusan piutang usaha tak tertagih
Formulir otorisasi piutang tak tertagih
Jurnal umum
Beban Piutang tak Tertagih
Beban piutang tak tertagih
Penyisihan untuk piutang tak tertagih
Penyediaan piutang tak tertagih
Jurnal umum
Pada kolom diatas sebelum dapat menilai resiko pengendalian dan merancang pengujian pengendalian serta pengujian substansif atas transaksi harus memaham fungsi bisnis dan dokumen serta catatan suatu perusahaan.
           Pemroses pesanan pelanggan
o  Pesanan pelanggan yaitu permintaan barang dagang yang diajukan oleh pelanggan.
o  Pesanan penjualan yaitu dokumen untuk mengkomunikasikan deskripsi, kuantitas, dan informasi terkait mengenai barang yang dipesan oleh pelanggan.
           Pemberian kredit
o  Dokumen pengiriman dibuat untuk mengawali pengiriman barang, yang menunjukkan deskripsi barang dagang , kuantitas yang dikirimkan, dan data yang relevan lainnya.
o  Bill of lading yaitu kontrak tertulis mengenai penerimaan dan pegiriman barang antara pembawa dan penjual. Bill of lading dikirimkan secara elektronik ketika barang telah dikirimkan , dan secara otomatis akan membuat faktur penjualan yang terkait serta ayat jurnal dalam jurnal penjualan.
           Penagihan pelanggan dan pencatatan penjualan
Aspek paling penting dari penagihan yaitu :
  Semua pengiriman telah ditagih ( kelengkapan = completeness )
  Tidak ada pengiriman yang ditagih lebih dari satu kali ( keterjadian = occurrence )
  Setiap pengiriman ditagih dalam jumlah yang tepat ( keakuratan = accuracy )
o   Faktur penjualan yaitu dokumen yang menunjukkan deskripsi dan kuantitas barang yang dijual, harga, ongkos angkut, asuransi, syarat, dan relevan lainnya.
o   File transaksi penjualan yaitu file yang dihasilkan computer yang mencantumkan semua transaksi penjualan yang diproses oleh system akuntansi selama suatu periode, seperti sehari, seminggu, atau sebulan.
o   Jurnal penjualan atau listing yaitu laporan yang dibuat dari file transaksi penjualan yang cantumkan biasanya mencantumkan nama pelanggan, tanggal, jumlah dan klasifikasi bagi setiap transaksi seperti divisi atau lini produk.
o   File induk piutang usaha yaitu file computer yang digunakan untuk mencatat penjualan individual , penerimaan kas , serta retur dan penguragan penjualan bagi setiap pelanggandan untuk mempertahankan saldo akun pelanggan.
o   Laporan bulanan yaitu dokumen yang dikirimkan melalui surat atau secara elektronik kepada setiap pelanggan yang menunjukkan saldo awal piutang usahanya.
           Pemroses dan pencatatan penerimaan kas
o  Remmitance advice yaitu dokumen yang dikirimkan kepada pelanggan dan biasanya dikembalikan kepada penjual beserta pembayaran kas
o  Prelisting penerimaan yaitu daftar yang disusun ketika kas diterima oleh seseorang yang tidak memiliki tanggung jawab untuk mencatat penjualan, piutang usaha, kas dan yang tidak memiliki akses ke catatan akuntansi.
o  Memo kredit yaitu dokumen yang mengindikasikan pengurangan dari jumlah pelanggan akibat retur barang atau pengurangan harga.
o  Jurnal retur dan pengurangan penjualan yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat retur dan pengurangan penjualan.
           Penghapusan piutang usaha tak tertagih
o Formulir otorisasi piutang tak tertagih yaitu dokumen yang digunakan dalam lingkungan internal untuk menunjukkan otoritas menghapus suatu piutang usaha sebagai tak tertagih. 

      C.    PROSEDUR AUDIT PIUTANG USAHA DAN PENJUALAN

            Menurut Sukrisno Agoes (2004:125) Prosedur audit ialah “langkah-langkah yang harus dijalankan auditor dalam melaksanakan pemeriksaaannya dan sangat diperlukan oleh asisten agar tidak melakukan penyimpangan dan dapat bekerja secara efisien dan efektif.” Prosedur audit dilalukan dalam rangka mendapatkan bahan-bahan bukti (audit evidence) yang cukup untuk mendukung pendapat auditor atas kewajaran laporan keuangan.
            Sukrisno Agoes (2004:176) menyarankan prosedur audit piutang usaha dan penjulan sebagai berikut:
1. Pelajari dan evaluasi internal control atas piutang dan transaksi penjualan, piutang dan penerimaan.
2. Buat Top Schedule dan Supporting Schedule piutang pertanggal neraca.
3. Minta aging shedule dari piutang usaha pertanggal neraca yang antara lain menunjukkan nama pelanggan (customer), saldo piutang, umur piutang dan kalau bisa subsequent collections-nya. Selain itu perlu juga diminta rincian piutang pegawai, wesel tagih, uang muka dan lain-lain, pertanggal neraca.
4. Periksa mathematical accuracy-nya dan check individual balance ke subledger lalu totalnya ke general ledger.
5. Test check umur piutang dari beberapa customer ke subledger piutang dan sales invoice.
6. Kirimkan konfirmasi piutang:
1)     Tentukan dan tuliskan dasar pemilihan pelanggan yang akan dikirim surat konfirmasi.
2)     Tentukan apakah akan digunakan konfirmasi positif atau konfirmasi negatif.
3)     Cantumkan nomor konfirmasi baik di schedule piutang maupun di surat  konfirmasi.
4)     Jawaban konfirmasi yang berbeda harus diberitahukan kepada klien untuk dicari perbedaannya.
5)      Buat ikhtisar (summary) dari hasil konfirmasi
7. Periksa subsequent collections dengan memeriksa buku kas dan bukti penerimaan kas untuk periode sesudah tanggal neraca sampai mendekati tanggal penyelesaian pemeriksaan lapangan (audit field work). Perhatikan bahwa yang dicatat sebagai subsequent collections hanyalah yang berhubungan dengan penjualan dari periode yang sedang diperiksa.
8. Periksa apakah ada wesel tagih (notes receivable) yang didiskontokan untuk mengetahui kemungkinan adanya contingent liability.
9. Periksa dasar penentuan allowance for bad debts dan periksa apakah jumlah yang disediakan oleh klien sudah cukup, dalam arti tidak terlalu besar dan terlalu kecil.
10. Test sales cut-of dengan jalan memeriksa sales invoice, credit note dan lain-lain, lebih kurang 2 (dua) minggu sebelum dan sesudah tanggal neraca. Periksa apakah barang-barang yang dijual melalui invoice sebelum tanggal neraca, sudah dikirim per tanggal neraca. Kalau belum cari tahu alasannya. Periksa apakah ada faktur penjualan dari tahun yang diperiksa, yang dibatalkan dalam periode berikutnya.
11. Periksa notulen rapat, surat-surat perjanjian, jawaban konfirmasi bank, dan correspondence file untuk mengetahi apakah ada piutang yang dijadikan sebagai jaminan.
12. Periksa apakah penyajian piutang di neraca dilakukan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia/SAK
13. Tarik kesimpulan mengenai kewajaran saldo piutang yang diperiksa.

DAFTAR PERTANYAAN YANG MUNCUL.

            1.Ida Cahya Diniarti
Bagaimana prosedur audit untuk menghapus piutang tak tertagih dan estimasi piutang tak tertagih ?
            2.Huraisah
Bagaimana asersi manajemen terhadap penjualan kredit?
            3.I Gede Oka Wirawan
Buat ilustrasi transaksi dari dokumen serta catatan terkait?
            4.Heppi Fitriyan
Ada atau tidak dampak jika cadangan kerugian piutang terlalu besar atau kecil dan bagaimana cara menentukan cadangan kerugian piutang yang tepat?
            5.  Ika Putri Fitri Ajiani
Dari prosedur yang nomer 5, apa guna kita harus mengecek umur piutang? Apa tanda kesalahan saat ngecek piutang ?

Jawab :
1.        Ida Cahya Diniarti
Kemungkinan ada personil klien, untuk mencegah kecurangan ini. Biasanya auditor menguji persetujuan piutang untuk akun sampel untuk mengidentifikasinya.
Estimasi dari piutang tak tertagih bergantung pada saldo akhir piutang. Kalau diaudit pasti akan bingung, tapi tetap ingat terhadap 5 asersi manajemen, karena asersi tersebut yang akan meluruskan. Menilai keberadaan dan kejadian piutang, liat faktur atau lihat bukti transaksi untuk menilai kebenaran.
Contohnya : bagian penjualan membuat bukti fiktif, secara bukti oke tapi secara apiutang dia tidak terjadi\. Oleh karena itu lakukan konfirmasi terhadap pelanggan. Konfirmasi terdiri dari:
a.       Konfirmasi Langsung
b.      Konfirmasi Tidak Langsung
            2.Huraisah
5 asersi itu terdiri dari :
-          Kejadian
-          Keberadaan
-          Kelengkapan
-          Hak dan kewajiban
-          Penyajian dan pengungkapan
            -           Kejadian
Kejadian itu seperti kita mengaudit penjualan dan dilihat dari transaksi, kuitansi dan apakah benar dari transaksi tersebut terjadi sebuah kejadian
-                 Keberadaan
Di dalam keberadaan dimana bisa juga penjualan ini mempengaruhi persamaan dan menambah kas dan nantinya akan menjadi satu dan berkaitan
-                 Kelengkapan
Kelengkapan itu dilihat dari transaksi kejadian apakah sudah lengkap atau belum, dan apakah transaksi dan kuitansi tersebut sudah benar adanya atau perusahaan tidak membuat transaksi fiktif.
-                 Hak dan kewajiban
Setelah menerima kas, antara harta dari penjualan itu harus dibedakan dan dipisah dalam laporan keuangannya.
Hak itu bisa dikatakan juga sebagai aset yang merupakan hak entitas sedangkan kewajiban bisa dikatakan dengan hutang.
-            Penyajian dan Pengungkapan
Sebaik-baiknya penyajian dan pengungkapan itu baiknya dicatat di dalam catatan atas laporan keuangan. Seperti catatan untuk laporan perusahaan siapa saja yang telah menjadi konsumen perusahaan.

3.        I Gede Oka Wirawan
Bagaimana transaksi untuk transaksi piutang tak tertagih ?
Ketika terjadi piutang kepada konsumen :
Piutang                 xxx
     Penjualan                     xxx


Ketika terjadi pelunasan piutang :
Kas           xxx
     Piutang            xxx

Ketika terjadi piutang tak tertagih :
Piutang tak tertagih          xxx
     Cadangan kerugian piutang tak tertagih                     xxx

Ketika terjadi pelunasan piutang :
Cadangan kerugian piutang tak tertagih xxx
     Piutang tak tertaagih                                       xxx

4.        Heppi Fitriyan

Dari poin 9 itu , karena jika alluence lebih kecil maka laba perusahaan kecil karena untuk membayar piutang tak tertagih. Karena jika lebih besar nanti akan mengurangi laba, selain mempengaruhi jumlah laba yang sebenarnya terjadi tidak tertagih nanti tidak sesuai. Cara menentukan cadangan kerugian piutang yang tepat itu bisa dilihat dari historical dari sebuah perusahaan, apabila misalkan perusahaan tahun lalu mencadangkan cadangan kerugian piutang sebesar Rp 5.000.000 maka untuk tahun ini perusahaan bisa mencadangkan Rp 5.500.000 atau Rp 6.000.000.Lihat juga dari tahun-tahun sebelumnya , dan bisa diasumsikan tepat dan cukup itu bisa kita asumsikan cukup / tidak.

5.        Ika Putri Fitri Ajiani
Pengertian umur piutang sendiri adalah suatu bentuk laporan guna mengetahui posisi piutang dengan melakukan pengelompokan piutang pada periode tertentu,  dengan pengelompokan seperti itu manajemen perusahaan dapat mengetahui posisi piutang sehingga dapat mengambil kebijakan keuangan yang tepat. Maksud dari pergeseran piutang adalah semakin tua umur piutang jatuh temponya tidak berubah waktu , sehingga kalau 2 bulan jatuh temponya tetap 2 bulan.

Resume dan Hasil Diskusi Audit II Tentang Pemerikusaan Kas dan Setara Kas

Pengertian kas dan bank menurut Standar akuntansi keuangan tahun 1994, yang dimaksud dengan kas adalah alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membayar kegiatan umum perusahaan. Sedangan bank ialah sisa rekening giro perusahaan yang dapat  dipergunakan secara bebas untuk membiayai kegiatan umum perusahaan. Pengendalian Intern terhadap kas dapat dilakukan pada saat penerimaan uang dan pengeluaran uang, anatar lain : Pada saat penerimaan uang dan saat pengeluaran uang.

Tujuan pengendalian kas dan bank, perusahaan  pada umumnya melakukan pemisahan dana anatara kas kecil (Petty cash ) dan kas besar (Cash on hand). Dalam kkas kecil dikenai dua sistem, yaitu imprest found system (sistem dana tetap) dab Fluctuating fund system (sistem dana tidak tetap).

Tujuan Audit kas dan bank yaitu untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank. Prosesur pemeriksaan kas dan stara kas ayitu pahami dan evaluasi internalcntrol atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank, buat top schedule kas dan setara kas pertanggal neraca, lakukan cash count (perhitungan fisik uang kas) pertanggal neraca, bisa juga sebelum atausesudah tanggal neraca, kirim konvirmasi atau dapatkan pernyataan saldo dari kasir dalam hal tidak dilakukan cash of name, kirim konfirmasi untuk seluruh rekening bank yang dimiliki perusahaan.



DAFTAR PERTANYAAN KEPADA KELOMPOK 2:
*Penjabaran jawaban berdasar atas apa yang bisa dipahami oleh penulis dari jawaban kelompok 2 dan Bapak Dosen.

      1.      Heppy Fitriyan

Dari kasus yang dijabarkan kelompok 2 bagaimana bentuk top schedule dalam pemeriksaan kas dan setara kas serta opini apa yang cocok untuk kasus tersebut (dalam hal ini kasus kecurangan yang dilakukan oleh kepala BRI unit Tampung raya?
Jawab:
-          Bentuk Top Schedule (bagian dari kertas kerja yang mengenai angka – angka) dalam pemeriksaan Kas dan Setara Kas terdiri dari nama akun, kode akun, deskripsi akun, tujuan pemeriksaan, nomor urut, prosedur, asersi (keberadaan dan keterjadian, kelengkapan, hak dan kewajiban, penilaian dan alokasi, penyajian dan pengungkapan), tujuan sampling, cara sampling, tanggal pelaksanaan, pelaksana, dan kertas kerja pendukung.
-          Kasus tersebut menjelaskan tentang kecurangan kecurangan yang dilakukan oleh kepala BRI unit Tampung raya, Masril sebesar Rp1,6 miliar. Tommy, dkk dimana bukti transaksi dan fisik uangnya tidak ada. Namun nilai tersebut tercantum dalam laporan neraca perusahaan. Hal yang tersebut yang menyebabkan opini auditor yang cocok dari kasus tersebut adalah wajar dengan pengecualian.

                  2.      Ida Cahya Diniarti

-          Bagaimana Auditor menyikapi masalah seandainya didalam sebuah perusahaan, dalam hal ini seorang bendahara memiliki rangkap jabatan yaitu sebagai pegawai yang mencatat transaksi dan pegawai yang memegang uang perusahaan ?

Jawaban : Sebagai auditor apabila ada masalah seperti ini menyarankan untuk mencari karyawan baru kembali karena memang sistem bendahara yang merangkap 2 fungsi sangat rawan dalam pengelolaan kas, bisa juga dengan mengirim Management letter kepada perusahaan, Apabila perusahaan punya banyak karyawan lebih baik menggunakan 1 karyawan untuk mengambil jabatan tersebut agar tidak mengeluarkan banyak biaya dan memperkecil kerawanan dalam mengelola kas, namun jika perusahaan tidak memiliki banyak karyawan barulah merekrut karyawan baru untuk mengisi salah satu posisi tersebut.

      3.      Ika Putri Fitria .A

             Tadi dijelaskan bahwa tujuan audit untuk memeriksa apakah terdapat internal control yang cukup baik atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank. Jika auditor dapat meyakinkan dirinya bahwa internal control atas kas dan setara kas serta transaksi penerimaan dan pengeluaran kas dan bank berjalan efektif, maka luasnya pemeriksaan dalam melakukan substantive test bisa dipersempit. Nah internal control dan pengujian substantive nya itu seperti apa dan seperti apa bentuk ICQ nya?

Jawab :
Internal Control Quesionary untuk pemeriksaan kas dan setara kas di LCD
Client:
Y= ya T= tidak
TR= tidak relevan
Y
T
TR
1. Apakah seluruh pembayaran kecuali untuk pengisian dana kas kecil dilakukan dengan check?
2. Apakah semua check yang belum digunakan disimpan orang tertentu di tempat yang aman?
3. Apakah check digunakan menurut nomor urut?
4. Apakah semua check yang dibatalkan melekat pada buku check dan dirusak agar tidak dapat disalahgunakan?
5. Apakah check dilindungi terhadap pemalsuan tulisan?
6. Apakah kebijakan perusahaan?
6.1. Tidak memungknkan penandatanganan blangko check?
6.2. Menghindarkan mengeluarkan check tunai (tanpa atas nama)?
6.3. Tidak mengeluarkan check mundur?
7. Haruskah semua check:
8. Sebutkan batas jumlah yang dapat ditandatangani hanya seorang.
Jumlah : ........................................................
Yaitu oleh : ........................................................
9. Apakah penandatanganan check terpisah dari yang menyimpan uang kas dan pemegang buku?
10. Bila digunakan stempel, apakah disimpan oleh yang berhak menandatangani check?
11. Apakah setiap pembayaran didukung oleh bukti otentik yang telah diperiksa dan disetujui oleh orang lain dari yang menandatangani check dan diparaf?
12. Apakah semua bukti akan distempel “LUNAS” untuk menghindari pembayaran dua kali?
13. Apakah orang yang menyiapkan check terlepas dari:
13.1. Orang yang menandatangani check?
13.1. Pembayaran uang kas?
14. Bila perusahaan menerima check mundur dari langganan, check tersebut tidak pernah dibayarkan lagi kepada pihak ketiga?
15. Apakah rekonsiliasi bank:
16. Apakah rekening Koran langsung dikirim oleh bank kepada orang yang membuat rekonsiliasi?
17. Apakah deposit intransit (penyetoran ke bank yang belum tampak di rekening Koran), out standing check, interbank transfer dierhatikan dengan seksama pada saat rekonsiliasi?
18. Apakah kas kecil itu dana lainnya:
18.1. Dibina dengan imperest sistem?
18.2. Pengeluaran dibatasi dengan suatu jumlah yang tertentu? Sebutkan : ……………………
18.3. Besarnya dana yang di-review secara periodic?
18.4. Diawasi dengan cukup?
19. Bila seorang menguasai lebih dari satu kas, apakah dibina dan dibukukan secara terpisah?
20. Apakah bukti pengeluaran kas kecil :
20.1. Diperlukan untuk semua pembayaran?
20.2. Ditandatangani oleh yang melakukan pembayaran?
20.3. Ditandatangani oleh yang meriksa pembayaran?
20.4. Ditulis dengan tinta?
20.5. Jumlah kecuali dengan angka juga dieja dengan huruf?
20.6. Disetujui oleh pejabat yang berwenang?
21. Apakah secara berkala dilakukan kas opname secara mendadak?
22. Apakah pengisian kembali kas kecil dilakukan:
22.1. Dengan check?
22.2. Semua dokumen yang mendukung pembayaran dipesiksa?
23. Apakah pemberian uang muka harus distjui dengan yang berwenang?
24. Tidak terdapt bon gantung yang lama tidaj dipertanggung jawabkan?
A. Kelemahan-kelemahan lain yang tidak tercantum pada pernyataan diatas:
………………………………………………………………..
………………………………………………………………..
……………………………………………………………….
……………………………………………………………….
B. Catatan lain:
……………………………………………………………….
……………………………………………………………….
……………………………………………………………….
……………………………………………………………….
C. Kesimpulan lain bank (baik, sedang, buruk)
D. Revisi kesimpulan penilaian (lampirkan alasannya)





Client
Y= ya T= tidak
TR= tidak relevan
Y
T
TR
1. Apakah digunakan kuitansi khusus perusahaan? bila ya, apakah:
a. Bernomor urut tercetak?
b. Digunakan menurut nomor urut?
c. Bentuk pembayaran dinyatakan dalam bentuk kuitansi?
d. Buku kuitansi teregister?
e. Dicatat secara up to date?
f. Buku kuitansi terkontrol dengan baik?
g. Bagian akuntansi memperhatikan urutan nomor urut?
2. Bila digunakan bon (penjualan) kontan, apakah:
a. Bernomor urut tercetak?
b. Digunakan menurut nomor urut?
c. Bentuk pembayaran dinyatakan dalam bentuk kuitansi?
d. Buku kuitansi teregister?
e. Dicatat secara up to date?
      f. Bagian akuntansi memperhatikan urutan nomor urut?
3. Apakah penagih rekening atau orang yang membuka sampul pengiriman uang (khusus untuk perusahaan yang menerima pembayaran berupa cek melalui pos) membuat satu daftar check dan uang tunai yang diterima? Bila ya, apakah:
      a. Satu copy diberikan kepada bagaian akuntansi?
      b. Daftar tersebut dicocokan pada bagian akuntansi dengan kuitansi?
4. Bila tidak menggunakan kuitansi atau bon (penjualan) tunai, apakah perusahaan menggunakan cash regirter untuk mengadministrasikan penerimaan? Bila ya, uraikan internal control mulai dari penerimaan sampai penyetoran hasil penerimaan! (pada kertas terpisah)
5. Apakah penjualan tunai atas sisah bahan dan sebagainya, prosedurnya sama dengan penjualan biasa?
6. Apakah hasil penerimaan baik dari penjualan tunai maupun penagihan piutang disetorkan secara utuh ke bank paling lambat keesokan harinya?
7. Apakah penyetoran dilakukan bukan oleh pegawai yang memgang pembukuan?
8. Apakah bukti penyetroran dicocokan denagan kuitansi atau bon (penjualan) tunai oleh bagian akuntansi?
9. Apakah total yang tertera pada bukti setoran dicocokan pada transaksi debet pada buku bank yang bersangkutan?
10. Apakah debet memo dari bank diterima langsung oleh pejabat tertentu (yang bukan kasir) untuk diinvestigasi?
11. Apakah tugas kasir terpisah dari pembukuan piutang?
12. Apakh tata administrasi diatur sedemikian rupa sehingga kasir atau orang yang menyetor ke bank tidak mendapat kesempatan untuk mencatat atau merubah angka pada buku piutang dan daftar perhitungan saldo yang akan dikirim pada langganan?
13. Bila perusahaan membina beberapa dana kas sesuai dengan sumber penggunaanya, apakah dana kas tersebut dan surat berharga secara pisik tersimpan secara terpisah dan diadministrasikan masing-masing (tidak tercampur)?
14. Cek mundur yang diterima apakah:
a. Hanya diberikan kuitansi sementara atas penerimaan cek mundur?
b. Diberikan kuitansi asli apabila telah dapat digunakan?
c. Disetorkan di bank pada saat telah jatuh tempo?
d. Dibina buku catatan cek mundur? Bila ya, apakah orang tertentu (bukan kasir) secara berkala mencocokan catatan tersebut dengan kuitansi sementara/asli?
15. Apakah pengamanan untuk menjaga uang kas cukup? Sebutkan bagaimana:
..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
16. Apakah atas kerugian yang mungkin diderita atas uang yang disimpan atau diperjalanan diasuransikan dengan cukup? Sebutkan perinciannya:
..........................................................................................
..........................................................................................
..........................................................................................
17. Apakah penerimaan yang sifatnya rutin secara berkala direviw sehingga atas kekuranganya segera dibuatkan catatan yang segera diinvestigasi?
18. Apakah kantor pusat mengontrol penerimaan cabang?
A. Kelemahan-kelemahan lain yang tidak tercantum pada pernyataan diatas:
………………………………………………………………..
………………………………………………………………..
……………………………………………………………….
……………………………………………………………….
B. Catatan lain:
……………………………………………………………….
……………………………………………………………….
……………………………………………………………….
……………………………………………………………….
C. Kesimpulan lain bank (baik, sedang, buruk)
D. Revisi kesimpulan penilaian (lampirkan alasannya)



Diisi oleh



Direview oleh:




Bentuk pengendalian subtantive dalam audit kas
Salah satu Pengujian pengendalian bisa dengan dengan ICQ. Pengujian substantif sendiri merupakan prosedur audit yang dirancang untuk menemukan kesalahan moneter yang secara langsung mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan. Kesalahan moneter yang terdapat dalam informasi yang disajikan dalam laporan keuangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam :
a.       Penerapan prinsip akuntansi berterima umum di indonesia.
b.      Tidak diterapkannya prinsip akuntansi berterima umum di indonesia.
c.       Ketidakkonsistenan dalam penerapan prinsip akuntansi berterima umum di indonesia.
d.      Ketidaktepatan pisah batas (cutoff) pencatatan transaksi
e.       Perhitungan (penambahan, pengurangan, pengalian dan pembagian)
f.       Pekerjaan pnyalinan, penggolongan dan pperingkasan informasi
g.      Pencatuman pengungkapan unsur tertentu dalam laporan keuangan

      4.      Laksmining 

Dijelaskan bahwa untuk tujuan pengendalian kas dan bank, perusahaan pada umumnya melakukan pemisahan dana antara kas kecil (petty cash) dan kas besar (cash on hand). Dan dalam kas kecil terdapat 2 sistem yaitu Imprest fund system  dan Fluctuating fund system.
Pertanyaannya “Apakah itu kas besar dan apakah ada sistemnya juga seperti kas kecil karna yang di jelaskan hanya kas kecil saja?”
Jawaban : Kas besar adalah kas yang digunakan untuk pengeluaran perusahaan yang jumlahnya besar, diperjelas lagi kas besar adalah kas perusahaan yang ada di bank dalam bentuk giro, dan pengambilannya dengan check.

      5.      Lisa marlia abidano

Apa Perbedaan Top schedule dengan berita acara pemeriksaan?
Jawaban : Tidak sama, Top schedule itu semacam cheklist yang terdiri dari nama akun, kode akun, deskripsi akun, tujuan pemeriksaan, nomor urut, prosedur, asersi, tujuan sampling, cara sampling, tanggal pelaksanaan, pelaksana, dan kertas kerja pendukung.
Sedangkn berita acara lebih condong kepada perhitungan fisik yang terdiri dari rincian-rincian perhitungan fisik kas perusahaan seperti perhitungan jumlah uang kertas dan jumlah uang logam yang ada di brangkas sebuah perusahaan.
 
      6.      Anggia septian jauhari

Seandainya dalam suatu perusahaan bendahara meminjam uang perusahaan tanpa sepengetahuan perusahaan untuk keperluan pribadinya dianggap sebagai salah satu masalah oleh auditor?
Walaupun suatu waktu uang yang dipinjam akan dikembalikan apabila ada pemeriksaan oleh audit sehingga jumlah uang sesuai dengan laporan keuangan yang telah disusun sebelumnya. Jika ia, bagaimana cara auditor mengatasinya ?

Jawaban: Itu termasuk masalah juga, Namun apabila uang yg dipinjam oleh bendahara jumlahnya tergolong kecil bisa dianggap wajar asalkan uang-uang yang pinjam itu dicatat dalam laporan perusahaan, Untuk mengatasi masalah ini Auditor bisa mengatasinya dengan cara melakukan pemeriksaan Audit mendadak, agar ketika akan dilakukan pengauditan, pemeriksaan hasilnya memang apa yang sesungguhnya di perusahaan.
 
Support : Google Impact | Google.com
Copyright © 2013. 1# | Knowledge and inspiration - All Rights Reserved
Template Modify by Anggirocker
Proudly powered by Blogger